Andi Life

April 18, 2015
0 Comments

Dewasalah!

Saturday, April 18, 2015



Secara biologis anggapan Dewasa itu ketika kita sudah lewat masa puber, matang secara seksual dan sudah bisa memberi keturunan. Kedewasaan biasanya tidak egois. Tentu saja, tidak ada manusia yang sepenuhnya tidak egois. Dewasa secara hukum di negara kita adalah ketika seseorang mencapai usia 17 tahun, di mana dia dianggap sebagi sebuah entitas yang independen, memiliki KTP, berhak untuk bekerja, untuk menikah, dan untuk ikut serta dalam pemilu. Seseorang juga biasanya dianggap dewasa ketika sudah menikah, tapi di jaman modern ini, pernikahan adalah sebuah pilihan dan tidak lagi menjadi sebuah keharusan. Tentu saja kita semua mengerti, bahwa kedewasaan bukan hanya soal biologis, legalitas dan pernikahan, tapi juga tentang kematangan emosional dan karakter seseorang. Kemampuan untuk mengambil keputusan yang benar, dan bersikap dalam berinteraksi dengan dunianya serta orang lain. Kadang, hal yang terkecil mengganggu kita dan menyebabkan kita bertindak egois dan tidak dewasa. Kedewasaan melibatkan kemandirian. Pekerjaan yang tidak selesai, janji yang tidak dipenuhi, dan maksud baik yang tidak dilakukan merupakan contoh ketidakmandirian. Pribadi yang tidak dewasa tidak bisa melakukan tugas dengan bahagia yang merupakan tanggung jawabnya. Dia mengeluh, tidak puas atau tidak menikmati pekerjaannya. Kita tidak pernah menemukan kebahagiaan dengan mencarinya. Makin kita mencari, makin kita frustrasi dan kecewa. Mencari kesenangan sendiri hanya menghasilkan ketidakbahagiaan.

Menjadi dewasa adalah sebuah proses yang akan terus berlanjut seumur hidup, sebuah proses tiada henti untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Saya juga tidak bisa mengaku bahwa saya sudah dewasa sepenuhnya, tapi ada beberapa hal yang mungkin bisa bermanfaat :


  • Mandiri secara finansial. Ini adalah langkah pertama menuju kedewasaan. Tidak mungkin kita bisa dianggap dewasa oleh siapapun, bila makan dan beli hand-phone saja masih minta pada orang tua. Miliki pekerjaan yang layak dan hidupi diri kita sendiri, ini adalah ukuran kedewasaan universal yang berlaku di seluruh dunia.
  •  Bersikaplah sebagai individu yang independen di hadapan orang tua Kita. Ingat, meskipun mereka adalah sosok yang membesarkan kita, tapi saat ini posisi kita dan mereka sama-sama manusia dewasa dengan harkat dan martabat yang setara. Kita wajib menghormati orang tua, sebagaimana orang tua kita juga wajib menghargai kita sebagai individu yang dewasa. Bicarakan segala konflik dengan baik-baik, kita ga perlu menentang tapi kita juga tidak harus menuruti segala keinginan mereka. Tentukan batasan yang jelas tentang apa yang bisa mereka atur dalam hidup kita, dan apa yang menjadi hak asasi kita.
  • Berpikir panjang dalam mengambil keputusan dengan mempertimbangkan segala resiko. Ada begitu banyak masalah dalam hidup yang bisa dihindari dan tidak perlu dialami, bila kita mau sedikit saja berpikir dan melihat segala resiko yang ada. Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan. Sebagai pria dewasa, sudah seharusnya memiliki kemampuan untuk menganalisa setiap permasalahan dengan logis dan mengambil keputusan yang terbaik, terutama bagi diri sendiri, dan juga bagi orang lain di sekitar. Penyesalan terjadi akibat kelalaian mempertimbangkan resiko ketika mengambil keputusan, dan ketika penyesalan datang, segala sesuatunya sudah terlambat.
  • Terima segala konsekuensi dan jangan menyalahkan orang lain. Meskipun sudah berpikir matang  dalam mengambil keputusan, tapi terkadang hal-hal tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan kita harus mengalami pengalaman yang pahit dan tidak enak. Tapi sebagai pria dewasa, tugas kita untuk menerima semua itu dengan lapang dada dan tidak menyalahkan siapapun, ingat semuanya adalah hasil keputusan kita. Jadikan itu sebagai pelajaran berharga.
  • Kendalikan diri dan emosi dalam menghadapi konflik. Hanya bocah ingusan yang selalu mengikuti emosinya dan tidak bisa mengendalikan dirinya, tapi jika kita sudah bukan bocah lagi, jadi belajar mengendalikan diri dan emosi. Memang tidak bisa instan, karena pengendalian diri adalah sebuah skill yang hanya bisa dikuasai lewat proses latihan yang panjang. Buang kebiasaan memaki dan berkata-kata kasar, dan ganti dengan kebiasaan mengekspresikan pikiran lewat komunikasi baik-baik.
  • Hormati dan hargai setiap orang sebagai sesama manusia. Sebagaimana kita berhak untuk diperlakukan dengan baik selayaknya seorang manusia, maka kita juga wajib untuk memperlakukan orang lain dengan baik dan menghargai hak individunya. Sebagai anggota masyarakat, kita harus mengerti  norma-norma sosial yang berlaku dan bersikap sesuai norma-norma tersebut ketika berinteraksi dengan setiap orang. Hargai dan terima perbedaan, karena kita hidup dalam dunia yang terdiri dari beragam jenis orang.

Kita semua kadang merasa memiliki hak untuk memuaskan keegoisan kita, tapi kita coba melakukan hal-hal positif, maka tidak akan sulit bagi kita untuk menerapkannya.


Semoga Bermanfaat...

0 Comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top